Budi Syahbudin Syukur, yang dikenal dengan nama Budi Doremi (lahir 19 September 1984, Serang) adalah penyanyi dan pemeran Indonesia. “Doremi” yang ia gunakan sebagai nama panggung, diambil dari singelnya yang dirilis pada tahun 2012. Namanya mulai melejit sejak single perdananya, berjudul Doremi rilis. Lagu tersebut mendapatkan sambutan luar biasa dari penikmat musik tanah air. Bahkan sampai saat ini, masih sering dinyanyikan oleh banyak musisi, terutama musisi jalan. Walau demikian, ia tidak merasa terbebani. Justru ia sangat senang dan bangga bahwa karyanya dapat diterima oleh semua kalangan. Bahkan anak-anak pun menyenangi lagu ini. Budi Doremi atau Syahbudin Syukur adalah penyanyi dan aktor dari Serang, Banten. Pria yang tumbuh di daerah Lampung ini memakai nama Doremi yang berasal dari singlenya yang dirilis pada 2012. Selain itu, ia juga terjun di dunia akting dan berperan dalam film Jangan Dengerin Sendiri (2016). Namanya mulai melejit sejak single perdananya, berjudul Doremi rilis. Lagu tersebut mendapatkan sambutan luar biasa dari penikmat musik tanah air. Bahkan sampai saat ini, masih sering dinyanyikan oleh banyak musisi, terutama musisi jalan. Walau demikian, ia tidak merasa terbebani. Justru ia sangat senang dan bangga bahwa karyanya dapat diterima oleh semua kalangan. Bahkan anak-anak pun menyenangi lagu ini. Musik yang diusung olehnya cenderung akustik. Dirinya terkenal dengan permainan ukulelenya. Hampir setiap lagunya dibawakan dengan iringan musik ukulele. Bukan hanya menjadi penyanyi, ia pun menjajal kemampuannya di bidang seni peran. Ia pernah bermain dalam Catatan Akhir Kuliah (2015), Jangan Dengerin Sendiri (2016), dan Baracas: Barisan Anti Cinta Asmara (2017).